Emerland Palace : 7.30 PM
.
.
.
.
.
“Harusnya tadi bener nih lewat sini. Eh engga deng, tadi gaada bangunan ini aduh kok gue bisa lupa.” Panik sendirian, Fourth menjambak rambutnya sendiri lantaran ia lupa arah jalan pulang. Kini entah di bagian kastil mana dirinya berdiri.
Sorot lampu jingga menerangi area luar kastil Emerland menambah kesan hangat malam hari. Namun Fourth sama sekali tidak merasakan kehangatan itu.
“Aduuuhhh, ambil kanan atau kiri ya?” Ucap Fourth kebingungan. Di tengah kegelisahannya, satu suara menginterupsi pergerakan Pangeran Chopra tersebut.
“Nyasar, Kak?”