📍Emerland Palace


IMG_2799.jpeg

.

.

.

.

“Jadi, apa yang ingin Abu bicarakan?” Fourth mengawali. Keduanya bersandar pada balkon istana lantai dua, di bawah langit malam Emerland.

“Sudah lama sekali,” ujar Nanon, sambil mendongak menatap langit.

Di atas sana, bintang malam menampakkan kilaunya. Tidak sejelas di pedesaan, namun cukup terlihat jelas dengan mata telanjang.

Fourth yang mendengarnya pun bingung. Ia ikut mendongakkan kepala, melihat apa yang sang Luna lihat. “Apa yang sudah lama itu, Abu?”